HUBUNGAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL
DOI:
https://doi.org/10.66048/tt66fx36Kata Kunci:
Ibu Hamil, Obesitas, PreeklamsiaAbstrak
Kejadian kasus preeklampsia pada 2 tahun terakhir di Jakarta Timur sebanyak 873 kasus ibu hamil yang mengalami preeklamsia dimana terdapat 41,7% dari kasus ibu yang mengalami preeklamsia. Didapat kan data rekam medik dengan kejadian preeklamsia tahun 2020, ada 150 ibu hamil yang mengalami preeklamsia, dan diantara nya 2 kasus ibu hamil mengalami meninggal dunia akibat preeklamsia, terdapat 2 kasus preeklamsia yaitu, preeklamsia berat, dan ringan, dengan faktor-faktor yang disebabkan oleh kenaikan berat badan, perdarahan pascapartum dan hipertensi dalam kehamilan, tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui hubungan antara Obesitas Dengan Kejadian Preeklampsia Pada Ibu Hamil. Penelitian ini merupakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian desain studi cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil dengan preeklamsia, teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 150 orang, uji analisi data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan diketahui bahwa distribusi frekuensi data dari 150 responden, responden tidak obesitas berjumlah 81 (46,0%), responden obesitas berjumlah 69 (540%), responden pre eklamsi ringan berjumlah 84 (56,0%), dan responden preeklamsi berat berjumlah 66 (44,0%). Dari hasil analisis variabel data diperoleh hasil nilai p = 0,000. Angka tersebut menunjukkan bahwa nilai p < 0,05, artinya Ada hubungan Obesitas Dengan Kejadian Preeklamsia Pada Ibu Hamil. Diharapkan penelitian ini dapat memotivasi ibu hamil untuk menjaga kestabilan berat badan guna mencegah terjadinya preeklamsia dengan cara melakukan pemeriksaan ANC secara lengkap.









