PENERAPAN DEEP BREATHING DAN DZIKIR TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA DENGAN DIABETES MELITUS DI UPTD PSLU TRESNA WERDHA NATAR LAMPUNG SELATAN ung
DOI:
https://doi.org/10.66048/t46e7c52Keywords:
Deep Breathing, Dzikir, Kecemasan, Lansia, Diabetes Melitus.Abstract
khususnya pada lansia. Kondisi ini sering disertai gangguan psikologis seperti kecemasan, yang dapat memperburuk kesehatan lansia. Teknik relaksasi seperti deep breathing dan dzikir dapat digunakan sebagai intervensi non-farmakologis untuk menurunkan tingkat kecemasan. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif terhadap dua lansia perempuan dengan diabetes melitus yang mengalami kecemasan sedang di UPTD PSLU Tresna Werdha Natar, Lampung Selatan. Intervensi deep breathing dan dzikir dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan durasi 15-20 menit setiap sesi. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Hamilton Rating Scale for Anxiety (HARS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil pengukuran menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan pada kedua responden. Responden pertama (Ny. S) mengalami penurunan skor HARS dari 23 menjadi 16, dan responden kedua (Ny. T) dari 25 menjadi 17, yang menunjukkan peralihan dari kecemasan sedang menjadi kecemasan ringan. Penerapan deep breathing dan dzikir efektif menurunkan tingkat kecemasan pada lansia dengan diabetes melitus. Intervensi ini dapat dijadikan salah satu alternatif penanganan non-farmakologis untuk mengurangi kecemasan pada lansia.









